Minggu, 14 Juli 2013

Bandara Bali Utara

 Pagi blogger, kali ini saya ingin menuangkan sedikit pemikiran muda saya kepada publik melalui blog ini tentang pembangunan Bandara Bali Utara yang digadang-gadang akan menjadi Bandara Internasional kedua di Bali. 
 Semakin padatnya Wisman ( Wisatawan Mancanegara ) yang berkunjung di Bali membuat Bandara Ngurah Rai membutuhkan adik baru yang bisa membantunya menyambut Wisatawan mancanegara maupun domestik, dipilihlah wilayah Bali Utara tepatnya di Kabupaten Buleleng, Kecamatan Gerokgak, hal ini merupakan hal positif yang patut kita dukung karena ini dapat memeratakan pembangunan yang selama ini berfokus hanya pada wilayah Bali Selatan, namun adanya isu-isu yang dipolitisir beberapa pihak membuat pembangunan Bandara ini terhambat padahal, tahun 2015 Bali harus memutuskan membuat Bandara baru atau tidak karena proses pengerjaan sampai beroperasi baik butuh waktu 10 tahun , yang kita ketahui bersama 2025 Bali menargetkan kunjungan Wisman lebih dari 25juta pengunjung/tahun ini mengharuskan Bali sebagai pusat pariwisata dunia memiliki Bandara Internasional lebih dari 1. maka dari itulah hemat saya, masyarakat Bali harusnya menunggu dan mengawasi pelaksanaan mega proyek kedua di Bali ini (pertama JDP) biarkan para tim yang ahli dibidang tersebut bekerja dan berbicara agar tidak terjadi kekacauan dalam setiap tahap pembangunannya, agar para investor yakin menanamkan modal di megaproyek ini dengan aman. Jangan malah ikut mengomentari hal-hal yang bukan bidang keahliannya, meskipun demikian pemerintah juga harus melakukan kajian-kajian yang terbaik demi pembangunan Bandara ini tanpa memikirkan keuntungan besar perseorangan yang akan didapat setelah Bandara ini dibangun. 

 Wah, Bali bakal punya 2 Bandara Internasional ini merupakan salah satu bentuk kebangkitan bali dari keterpurukan asal tidak dipolitisasi saja Bali ini sebentar lagi akan seperti Singapura dan Hongkong.


 I Kadek Eggy Segel

HERAN

 Malam blogger, aku ingin berbagi sedikit pemikiran mudaku untuk memberikan penilaianku terhadap kinerja pemerintah khususnya Bali.
Di Bali yang kita ketahui bersama kesenjangan sosial dan pemerataan pembangunan terjadi secara signifikan, baik dalam aspek pendidikan, perekonomian, pembangunan infrastruktur, lingkungan, dll. Hal ini terjadi pada fokus pembangunan saat ini terpusat pada wilayah Bali bagian selatan dan mengakibatkan pembangunan infrastruktur wilayah Bali Utara, Timur, dan Barat menjadi terlambat, bali sudah dipenuhi para kaum expatriad yang ingin mencari keuntungan sebesar-besarnya di tanah dewata ini tanpa memikirkan kompensasi yang setimpal kepada masyarakat bali. Namun ini juga salah kita,  Jika kita lihat sekarang ini perekonomian Bali 60% digerakkan oleh etnis tiongkok dan 40% dibagi atas etnis jawa dan Bali, mengapa bisa demikian ? menurut saya tanpa mengurangi kecintaan saya sebagai orang Bali, orang Bali itu sudah terbiasa menjadi masyarakat yang malas dalam artian hanya menungu diberikan saja tanpa mau berusaha ibarat peribahasa "nak jawa ngadep bakso meli tanah, nak bali ngadep tanah meli bakso" masyarakat Bali harusnya survive untuk tidak menjadi tamu di tanahnya sendiri, harusnya orang bali tidak terlena dengan janji-janji para expatriad yang mengiming-imingi uang miliaran rupiah yang pada akhirnya dinikmati bukan oleh masyarakat namun para petinggi dan pemangku kekuasaan di tanah para dewa ini. Para pejabat dan petinggi daerah juga harusnya memikirkan kepentingan masyarakat dengan melakukan kebijakan investasi yang menguntungakan bagi masyarakat Bali jangan hanya melakukan tender dan menaikkan harga untuk masuk ke rekening pribadi anda ! setelah pemerintah melakukan hal tersebut masyarakat Bali harus mulai saat ini  merubah mindset mereka untuk menjadi tuan rumah yang sebenarnya di tanahnya sendiri dan tidak menunggu hanya disuapi saja melainkan harus mencari dan berkerja keras.

 "kok emas ada di Bali malah masyarakatnya gak memanfaatkan dan menggunakan dengan baik, setelah di ambil orang baru ribut ! ckckkckck"   

n.b : kata-kata cetak tebal hanya ingin menjengahkan orang-orang bali karena saya juga orang Bali

 sekian dulu ya blogger maaf aku terlalu frontal, dan bahasanya mungkin agak gak dimengerti ingin sedikit menuangkan sedikit pemikiran mudaku dan belajar.


 I Kadek Eggy Segel