Semakin padatnya Wisman ( Wisatawan Mancanegara ) yang berkunjung di Bali membuat Bandara Ngurah Rai membutuhkan adik baru yang bisa membantunya menyambut Wisatawan mancanegara maupun domestik, dipilihlah wilayah Bali Utara tepatnya di Kabupaten Buleleng, Kecamatan Gerokgak, hal ini merupakan hal positif yang patut kita dukung karena ini dapat memeratakan pembangunan yang selama ini berfokus hanya pada wilayah Bali Selatan, namun adanya isu-isu yang dipolitisir beberapa pihak membuat pembangunan Bandara ini terhambat padahal, tahun 2015 Bali harus memutuskan membuat Bandara baru atau tidak karena proses pengerjaan sampai beroperasi baik butuh waktu 10 tahun , yang kita ketahui bersama 2025 Bali menargetkan kunjungan Wisman lebih dari 25juta pengunjung/tahun ini mengharuskan Bali sebagai pusat pariwisata dunia memiliki Bandara Internasional lebih dari 1. maka dari itulah hemat saya, masyarakat Bali harusnya menunggu dan mengawasi pelaksanaan mega proyek kedua di Bali ini (pertama JDP) biarkan para tim yang ahli dibidang tersebut bekerja dan berbicara agar tidak terjadi kekacauan dalam setiap tahap pembangunannya, agar para investor yakin menanamkan modal di megaproyek ini dengan aman. Jangan malah ikut mengomentari hal-hal yang bukan bidang keahliannya, meskipun demikian pemerintah juga harus melakukan kajian-kajian yang terbaik demi pembangunan Bandara ini tanpa memikirkan keuntungan besar perseorangan yang akan didapat setelah Bandara ini dibangun.
Wah, Bali bakal punya 2 Bandara Internasional ini merupakan salah satu bentuk kebangkitan bali dari keterpurukan asal tidak dipolitisasi saja Bali ini sebentar lagi akan seperti Singapura dan Hongkong.
I Kadek Eggy Segel
Bali akan tetap ada selamanya, jangan khawatir , Bali akan tetap ada ....
BalasHapusTapi, yang ga ada itu Anak Bali Asli, penduduk bali asli I wayan, I Made, I Nyoman , I ketut, I Dewa, Anak Agung, Ida Bagus ... itulah yang akan tidak ada ... selama bali dijual , perlahan namun pasti Anak Bali akan Transmigrasi